Alasan Mengapa Bayi Suka Menirukan Suara Dinosaurus, Apakah Pertanda Kecerdasan Vokal ?
Tingkah laku bayi seringkali menyimpan misteri yang menggemaskan bagi orang tua. Salah satu fenomena yang kerap membuat penasaran adalah ketika si kecil tiba-tiba mengeluarkan suara-suara keras, melengking, atau bahkan menyerupai raungan, yang sering diibaratkan seperti suara dinosaurus. Perilaku vokal ini, yang kadang disebut ‘jeritan pterodactyl’, seringkali muncul di momen tak terduga, seperti saat mereka asyik bermain atau bahkan saat sedang makan.
Fenomena ini bukan sekadar keisengan semata, melainkan bagian integral dari proses tumbuh kembang bayi yang sehat. Para ahli perkembangan anak dan patologi wicara menjelaskan bahwa suara-suara ini merupakan bentuk eksplorasi vokal yang penting. Ini adalah cara bayi untuk memahami dan mengendalikan alat vokal mereka, membuka jalan bagi kemampuan berbicara di kemudian hari.
Meskipun mungkin membuat telinga orang tua sedikit lelah, jeritan dan suara keras ini adalah pertanda positif. Ini menunjukkan bahwa bayi sedang aktif bereksperimen dengan suaranya, sebuah langkah krusial dalam perjalanan mereka menuju komunikasi yang lebih kompleks. Memahami alasan di baliknya dapat membantu orang tua menyikapi fase ini dengan lebih tenang dan mendukung perkembangan si kecil.
Bayi secara alami memiliki kecenderungan kuat untuk meniru suara dan gerakan di sekitar mereka, sebuah proses yang dikenal sebagai mimesis. Jika bayi sering terpapar suara-suara unik, seperti yang mungkin mereka dengar dari mainan dinosaurus, buku bergambar, atau bahkan orang dewasa yang menirukan suara tersebut, mereka cenderung akan mencoba menirukannya. Ini adalah bagian dari cara mereka belajar dan berinteraksi dengan dunia.
Morgan Leonard, M.S., CCC-SLP, seorang ahli patologi wicara dan bahasa di Children’s of Alabama, menjelaskan bahwa suara-suara keras ini adalah bagian normal dari perkembangan bicara dan bahasa. Ia menyebutnya sebagai “permainan vokal”. “Saya suka bayi yang sedikit menjerit,” ujar Leonard. “Saya tahu orang tua berpikir, ‘Ini sangat bising,’ tetapi itu adalah bagian dari perkembangan bicara dan bahasa yang normal dan kami menyebutnya permainan vokal.”
Lingkungan juga memainkan peran penting. Jika orang tua atau pengasuh secara aktif memperkenalkan konsep dinosaurus kepada bayi melalui berbagai media, minat bayi terhadap suara-suara terkait dinosaurus dapat meningkat. Peniruan suara ini menjadi cara bayi untuk mengekspresikan minat dan terlibat dalam interaksi.
Eksplorasi Vokal dan Perkembangan Bahasa Awal
Perjalanan bayi dalam menemukan suaranya dimulai sejak dini. Sekitar usia 2 hingga 4 bulan, bayi mulai mengoceh dan mengeluarkan suara-suara yang menggemaskan. Kemudian, pada usia sekitar 4 hingga 6 bulan, mereka mengembangkan keterampilan vokal baru seperti tertawa, meniup ‘raspberry’ (suara gelembung dengan bibir), dan mengeluarkan jeritan kegembiraan.
Leonard menekankan bahwa semua aktivitas vokal ini adalah cara bayi untuk menjelajahi suaranya dan mulai mengembangkan kontrol atas suara yang mereka hasilkan. Ini adalah fondasi yang akan membentuk kemampuan bicara dan bahasa mereka di masa depan. “Ini sepenuhnya normal dan bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan orang tua, dan justru harus didorong agar bayi ingin bermain dengan suara mereka dan membuat suara-suara menyenangkan dengan suara mereka,” kata Leonard.
Membuat beberapa suara, seperti meniup ‘raspberry’, membantu bayi melatih posisi mulut dan bagaimana perubahan posisi tersebut dapat mengubah suara yang mereka hasilkan. Sementara itu, dengan menjerit, bayi mungkin sedang bereksperimen dengan volume suara mereka. Jeritan juga merupakan suara yang lebih mudah dibuat dibandingkan suara konsonan yang lebih kompleks, karena hanya membutuhkan pembukaan mulut yang lebar.
Dari Jeritan ke Kata: Tanda Perkembangan Kognitif
Jeritan ‘pterodactyl’ ini umumnya mulai terdengar sekitar usia 4 bulan dan seringkali mencapai puncaknya antara 7 hingga 8 bulan. Namun, suara ini akan mulai berkurang seiring dengan perkembangan keterampilan mengoceh (babbling) yang lebih baru. Bayi akan beralih untuk melatih suara-suara yang lebih kompleks, yang menjadi persiapan untuk mengucapkan kata-kata pertama mereka.
“Anda benar-benar bisa mendengar jeritan sepanjang itu, dan bahkan mungkin setelah kita mencapai 12 bulan, Anda mungkin mendengarnya sesekali sebagai cara bermain, tetapi Anda harus mulai mengharapkan beberapa kata yang sebenarnya sekitar usia 12 bulan,” jelas Leonard. Pada usia 12 bulan, bayi diharapkan sudah bisa mengucapkan kata-kata sederhana seperti ‘Mama’ dan ‘Dada’, atau menggunakan kata acak secara konsisten untuk merujuk pada sesuatu.
Kekhawatiran muncul jika bayi berusia 12 bulan belum menunjukkan suara yang lebih bertujuan atau kesulitan dengan kata-kata sederhana. Dalam kasus seperti itu, Leonard menyarankan untuk berkonsultasi dengan ahli patologi wicara. “Jika orang tua khawatir bahwa mereka belum mulai mengoceh dan menggunakan suara yang lebih bertujuan pada usia sekitar 12 bulan dan yang kita miliki hanyalah vokalisasi, mereka selalu bisa menghubungi ahli patologi wicara dan kami bisa menjadi mitra bagi mereka dalam melakukan evaluasi dan memberikan panduan. Tidak ada salahnya meminta bantuan,” pungkas Leonard.
