March 27, 2026

Ini Bedanya Keputihan yang Normal dan Tidak, pada Perempuan

0
feedImage_2025_09_23_102134.959-untitled-1

Setiap wanita sering kali menerima sinyal dari tubuhnya sebelum menstruasi dimulai, salah satunya melalui perubahan pada cairan dari organ intim. Dengan memperhatikan keputihan yang mengindikasikan akan datangnya haid, wanita dapat mengenali saat tubuhnya bersiap untuk memulai siklus menstruasi.

Beragam jenis, warna, dan tekstur cairan ini dapat membantu dalam memahami kondisi hormon dan kesiapan tubuh. Dengan mengetahui keputihan yang menandakan akan datangnya haid, wanita dapat lebih mudah mempersiapkan perlengkapan menstruasi seperti pembalut atau menstrual cup, sehingga aktivitas sehari-hari tetap dapat berjalan dengan nyaman.

Selain berfungsi sebagai indikator siklus menstruasi, keputihan yang menandakan akan datangnya haid juga berperan sebagai pengingat untuk menjaga kebersihan organ reproduksi. Kesadaran akan perubahan alami ini sangat penting untuk mencegah risiko infeksi serta memastikan kesehatan tubuh selama masa haid.

Mengutip buku berjudul Buku Ajar: Kesehatan Reproduksi Remaja (2023) oleh Rahdiba, Amalia, Titi, dan Sofiyahtrii, keputihan merupakan kondisi di mana terdapat keluarnya cairan atau lendir dari vagina. Keputihan adalah salah satu cara alami yang dilakukan oleh tubuh. Tujuan dari keputihan ini adalah untuk menjaga kebersihan dan kelembaban area kewanitaan. Berikut ulasannya.

Menurut Oriza & Yulianty (2018) yang dikutip dalam kajian yang diterbitkan di Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada, Volume 12, Nomor 2, November 2023, fluor albus atau yang lebih dikenal dengan sebutan keputihan adalah kondisi di mana terdapat kelebihan cairan yang keluar dari vagina.

Terdapat dua kategori keputihan, yaitu keputihan fisiologis yang normal dan keputihan patologis yang abnormal. Keputihan fisiologis dapat dialami oleh semua wanita dan biasanya tidak menimbulkan rasa tidak nyaman.

Keputihan yang terjadi sebelum menstruasi merupakan reaksi alami tubuh terhadap perubahan hormon. Kondisi ini umumnya dianggap normal dan menunjukkan bahwa siklus menstruasi sedang berlangsung.

Beberapa faktor yang dapat memicu keputihan fisiologis antara lain:

  • Perubahan hormon: Menjelang periode menstruasi, terjadi peningkatan hormon estrogen dan progesteron. Perubahan ini menyebabkan produksi cairan alami pada organ intim menjadi lebih terlihat.
  • Masa ovulasi: Keputihan juga dapat muncul sekitar hari ke-10 hingga ke-14 dari siklus menstruasi 28 hari, sebagai dampak dari peningkatan progesteron saat ovulasi.
  • Indikator siklus menstruasi: Keputihan yang terjadi sebelum menstruasi menandakan bahwa tubuh sedang mempersiapkan diri untuk menstruasi, sehingga menjadi sinyal alami yang wajar bagi wanita.

Menurut Salamah (2020) dan Trisnawati (2018), yang dikutip dalam kajian yang diterbitkan di Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol 11, No 1, 2023, lebih dari 75% wanita di dunia mengalami keputihan.

Dari jumlah tersebut, sekitar 60% keputihan dialami oleh wanita berusia di bawah 22 tahun, sementara 40% terjadi pada wanita yang berusia di bawah 45 tahun.

Keputihan yang menunjukkan akan datangnya haid memiliki sejumlah ciri khas yang membedakannya dari keputihan yang dianggap tidak normal. Dengan mengenali tanda-tanda ini, wanita dapat lebih memahami kondisi tubuh mereka.

  • Warna: Keputihan normal biasanya berwarna putih susu atau sedikit kekuningan. Terkadang, warnanya bisa tampak bening, kekuningan, atau bahkan kecokelatan, dan akan sedikit berubah menjadi kekuningan menjelang periode haid.
  • Tekstur: Sebelum menstruasi, keputihan cenderung lebih kental dan lengket, bahkan bisa menyerupai lem. Namun, pada saat tertentu, keputihan juga dapat memiliki konsistensi yang lebih encer dan licin.
  • Bau: Keputihan yang normal menjelang haid umumnya tidak memiliki bau yang menyengat.
  • Volume: Jumlah keputihan biasanya tidak terlalu banyak, berkisar sekitar 4 ml per hari. Volume ini dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor, termasuk stres, kehamilan, penggunaan pil kontrasepsi, pola makan, atau aktivitas seksual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *