Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Lakukan Pembinaan Pelaporan dan Evaluasi Kepatuhan Rencana Kebutuhan Obat (RKO)
Ketersediaan obat di puskesmas dan rumah sakit sangat penting karena berkaitan langsung dengan keselamatan pasien, mutu layanan, dan indikator keberhasilan sistem kesehatan. Jaminan ketersediaan obat menggambarkan proses perencanaan yang baik, terstruktur yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing fasilitas pelayanan.
Puskesmas dan rumah sakit wajib melaksanakan RKO atau Rencana Kebutuhan Obat yang bertujuan memastikan ketersediaan obat, menghindari kekosongan dan penumpukan stok, dan meningkatkan efisiensi anggaran. RKO merupakan kegiatan sistematis dalam merencanakan kebutuhan obat serta Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) dengan memperhatikan pola penyakit, jenis, jumlah, dan anggaran yang dilakukan oleh puskesmas dan rumah sakit.
Dalam rangka mendukung pelaksanaan RKO di puskesmas dan rumah sakit pada tahun 2027, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta melalui Seksi Farmasi Alat Kesehatan Makanan Minuman menyelenggarakan Pembinaan Pelaporan dan Evaluasi Kepatuhan RKO (Rencana Kebutuhan Obat) pada Rabu (11/2/2026). Kegiatan dilaksanakan di Aula 1 Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dan diikuti oleh sebanyak 60 orang Apoteker Penanggung Jawab/Pengelola Obat dan Tenaga Kefarmasian di Puskesmas dan fasilitas kesehatan lain yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Kepala Seksi Farmasi Alat Kesehatan Makanan Minuman Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta apt. Dina Anitasari, S.Farm. M.Farm menjelaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas faskes dalam memastikan akurasi data kebutuhan obat dengan kebutuhan riil, meningkatkan kepatuhan faskes dalam pelaporan dan kemampuan dalam identifikasi dan mengatasi hambatan dalam perencanaan, pengelolaan dan pelaporan RKO.
Kegiatan yang berlangsung sehari tersebut mendatangkan 2 narasumber dari Kementerian Kesehatan secara daring dan akademisi dari Universitas Gadjah Mada secara luring. Narasumber dari Ditjen Yanfar kemenkes RI masing-masing apt. Henny Yulisa Manalu, S.Farm menyampaikan materi Kebijakan dan Evaluasi Perencanaan Kebutuhan Obat, Vaksin dan Nita Prihartini, S.K.M. menyampaikan materi Pelaporan Rencana Kebutuhan Obat (RKO) Melalui Aplikasi e-Monev. Prof. Dr. Satibi, M.Si., Apt dari Dekan Fakultas Farmasi UGM menyampaikan materi Indikator Efektivitas Perencanaan Obat Untuk Meningkatkan Akurasi RKO.
“Melalui kegiatan ini diharapkan akan meningkatkan koordinasi yang lebih baik dengan fasilitas pelayanan kesehatan terutama dalam tata kelola obat, mulai dari perencanaan hingga pelaporan dengan mengacu pada pedoman yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI”, harap Dina.
Usai koordinasi diharapkan fasilitas pelayanan kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS dapat menyusun dan menyampaikan RKO secara tepat waktu melalui aplikasi e-Monev Obat (Satu Sehat Logistik).
